Nah…. khusus untuk saat ini saya ingin membahas mengenai Film Sang
Pemimpi, terutama tentang beberapa nilai yang bisa diambil dari film
ini. Film ini memiliki seting yang tidak begitu jauh dari film
sebelumnya Laskar Pelangi, Pulau Belitong, PT. Timah, Keluarga Haikal
(Ikal) dan kehidupan Ikal menjadi seting utama dengan beberapa seting
tambahan yang cukup dominan yaitu SMA Manggar. Yang berbeda dari film
ini adalah kisahnya lebih banyak seputar tiga sekawan yang Hailkal, Arai
dan Jimbron.
Kisah-kisah remaja tiga sekawan itu dengan segala fantasi dan
mimpi-mimpinya. Haikal dengan fantasi sebagai Indian, Arai dengan
fantasi sebagai Koboy dan Jimbron dengan fantasi sebagai Kuda. Dengan
Mimpi-mimpi besar mereka untuk mengelilingan dunia (Eropa) dan kuliah di
Sorbone (Prancis). Banyak nilai-nilai kehidupan yang dapat diambil dari
film ini, kerja keras, mimpi, pantang menyerah dan banyak nilai
kehidupan lainnya yang dapat diambil didalamnya. Berikut adalah beberapa
nilai yang coba saya temukan dari Film dan novel Sang Pemimpi. Yang
saya ambil dari cuplikan dialog ataupun dari novel.
1. ……. Sejak itu aku mengenal bagian paling menarik dari Arai,
yaitu ia mampu melihat keindahan dibalik sesuatu, keindahan yang hanya
biasa orang temui dalam mimpi-mimpi.
Maka Arai adalah seorang pemimpi yang sesungguhnya, seorang pemimpi sejati. (Ikal—Sang Pemimpi, dalam narasi).
Tidak banyak orang pandai bermimpi. Beruntunglah orang yang pandai
bermimpi dan berangan-angan. Memiliki banyak imajinasi untuk mereka-reka
masa depan. Orang seperti ini akan selalu memperoleh semangat untuk
selalu mengejarnya dan memiliki semangat hidup dan memberikan nilai yang
berguna untuk orang lain.
Narasi diatas diungkapkan Ikal ketika dia menyadari rencana “licik dan
culas” dari Arai. Suatu rencana yang tidak akan pernah Ikal duga,
tabungan yang mereka kumpulkan mereka berikan untuk membantu Mak Cik
Maryamah. Namun yang menjadi hebat adalah mimpi (angan-angan) Arai untuk
membantu bukan untuk memberikan dalam bentu uang tapi dalam bentuk
bahan-bahan untuk membuata kue. Suatu langkah yang kreatif yang
memberikan jalan keluar bagi semuanya. Bagi Mak Cik berarti memberikan
lapangan kerja, yang berarti mengurangi ketergantungan bagi keluarga
Ikal. Bagi Haikal dan Arai berarti bantuan yang mereka lebih bermanfaat
bukan sekedar memenuhi kebutuhan konsumtif keluarga Mak Cik Maryamah
saja. Suatu Ide brilian dari Pemimpi.
2. What we do in life ….
echoes in eternity… !! Setiap peristiwa di jagat raya ini adalah
potongan-potongan mozaik. Terserak disana-sini, tersebar dalam rentang
waktu dan ruang-ruang. …..
“Maka berkelanalah di atas muka bumi ini untuk menemukan mozaikmu”. (Pak Balia— Sang Pemimpi)
Kata-kata yang terucap dari Pak Balia. Guru Ikal, Arai dan
Jimbron.rangkaian kata ketika memulai pelajaran untuk membangun semangat
bagi murid-muridnya untuk mampu dan mau bercita-cita, bermimpi dan
mewujudkan mimpi-mimpi itu. Suatu peranan guru yang sangat baik yang
bisa dijalankan bukan hanya memberikan pelajaran-pelajaran dari diktat
dan buku pelajaran semata, namun menjadi pendidik yang mampu memberikan
semangat dan motivasi muridnya, dengan memberikan nilai-nilai kehidupan
yang belum tentu ada di ditat dan buku pelajaran. Suatu yang sangat
mulia….
3. Perempuan adalah mahluk yang plin-plan, Kal, maka pertama-tama, buatlah mereka bingung. (Arai—Sang Pemimpi)
Satu rangkaian dalam seting dengan diatas, ketika dalam pelajaran Pak Balia. Tapi sepertinya tidak diuraikan dalam Film.
Adalah salah satu “Mimpi Besar” Arai yaitu; MENJADI KEKASIH ZAKIAH
NURMALA. Gadis pujaan hati Arai yang selalu cuek terhadap Arai.
Kata-kata ini menyiratkan kemampuan Arai dalam bermimpi dan “kelicikan”
Arai terhadap hidup, kelicikan dalam mengakali kehidupan, penuh taktis
dan strategi untuk mencapai mimpi.
4. ‘Apa yang terjadi denganmu, Ikal ?? Mengapa jadi begini sekolahmu ? Kemana semangat itu ?? Mimpi-mimpi itu ?? !!”.
‘Biar kau tahu, Kal, orang seperti kita tak punya apa-apa kecuali
semangat dan mimpi-mimpi, dan kita akan bertempur habis-habisan demi
mimpi-mimpi itu !!”
‘Tanpa mimpi, orang seperti kita akan mati…. (Arai—Sang Pemimpi)
MIMPI… kata dengan lima huruf ini cukup besar memiliki kekuatan.
Mimpi memberikan semangat, memberikan harapan, memberikan kekuatan.
Dialog tersebut ketika Arai membentak Ikal, ketika terjadi perubahan
pada Ikal. Ketika Ikal mengalami “putus mimpi” karena berbagai
permasalahan, ketika ayahnya dipecat dari PT. Timah, ketika mereka
(Ikal, Arai dan Jimbron) dihukum akibat tertangkap basah menonton di
bioskop, ketika tabungan Ikal dan Arai harus habis untuk membantu
ekonomi keluarga. Saat itu Ikal merasa sudah tidak akan dapat lagi
mencapai mimpi-mimpinya untuk mengelilingi dunia (Eropa) dan sekolah di
Sorbone (Paris), yang berakibat semangat Ikal menjadi hilang dan Ikal
terlempar dari “Garda Depan” di sekolahnya.
Berbeda dengan Arai Sang Pemimpi sejati, di tetap terus melanjutkan
mimpinya, bersemangat terus untuk mencapainya walaupun harus mulai lagi
dari nol. Yakin terhadap mimpi-mimpinya. Dia tetap semangat dan bekerja
keras untuk mencapai mimpi itu, karena dia menyadari bahwa sebagai orang
yang tidak memiliki (secara ekonomi) hanya mimpi-mimpi yang bisa
memberikan semangat hidup untuk mencapai yang lebih baik.
5. “Yang terpenting, bukanlah seberapa besar mimpi kalian, melainkan seberapa besar upaya kalian mewujudkan mimpi itu” (Ikal — Sang Pemimpi… narasi dalam film)
Ya.. benar, kita boleh dan harus bermimpi… bahkan sebesar-besarnya.
Namun yang lebih utama adalah seberapa besar upaya kita untuk
mewujudkannya. Upaya dan kerja keras untuk mencapai mimpi-mimpi itulah
yang lebih bernilai.
Jadi … Janganlah takut bermimpi… mimpilah yang sebesar-besarnya…toh
tidak ada biayanya untuk bermimpi. Tapi jangan lupa untuk berusaha keras
untuk mencapainya dan selalu berdoa. …. Keep your dreams guys… and gets
your dream come true
Tidak ada komentar:
Posting Komentar